Khalid turut mengapresiasi langkah PLN Icon Plus yang menyediakan listrik dan internet gratis di 161 posko pengungsian. Menurutnya, layanan tersebut membantu masyarakat tetap mendapatkan akses informasi, belajar daring, dan berkomunikasi dengan keluarga. “Dalam situasi bencana, hal-hal sederhana seperti ini sangat membantu meringankan beban psikologis warga,” katanya.
Menteri Bahlil sendiri telah menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaksempurnaan pemulihan. Sikap ini, menurut Khalid, menjadi bentuk kepemimpinan yang rendah hati dan bertanggung jawab. “Laporan 93 persen itu bukan sekadar angka, tetapi hasil perjuangan lapangan yang sangat berat,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan percepatan penuh hingga pemulihan 100 persen.
Terkait hak pelanggan, Khalid memastikan bahwa PLN tengah mempersiapkan mekanisme kompensasi sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025, termasuk diskon tagihan dan pembebasan satu bulan untuk wilayah yang mengalami lumpuh total. “Tidak boleh ada masyarakat yang dirugikan. Ini komitmen untuk memastikan keadilan,” tegasnya.
Ke depan, Khalid mendorong peningkatan investasi dalam penguatan jaringan kelistrikan, terutama di wilayah rawan bencana. Ia menyebut kebutuhan anggaran Rp 20–30 triliun untuk pengembangan smart grid dan infrastruktur tahan cuaca ekstrem sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai penutup, Khalid mengajak masyarakat Aceh tetap bersabar dan mendukung upaya para petugas. “Doa dan pengertian masyarakat adalah energi terbesar bagi tim di lapangan. Aceh hebat, Indonesia kuat. Semua akan pulih,” ujarnya.












Komentar