PRETORIA, NUSANTARAVOICE.COM – Sedikitnya 12 orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, tewas dalam insiden penembakan brutal di sebuah hostel di ibu kota Afrika Selatan, Pretoria. Serangan yang terjadi pada dini hari di kawasan Saulsville itu juga melukai lebih dari selusin orang lainnya.
Juru bicara kepolisian, Athlenda Mathe, mengonfirmasi bahwa total 25 orang menjadi korban tembakan setelah sekelompok pria bersenjata masuk ke dalam hostel dan menembak secara membabi buta. “Sepuluh orang meninggal di lokasi, dua orang meninggal di rumah sakit, dan korban ke-12 meninggal pada Sabtu sore karena luka serius,” ujarnya.
Korban tewas meliputi anak-anak dan remaja, termasuk bocah 12 tahun dan gadis berusia 16 tahun.
Polisi menyatakan sedang menyelidiki kemungkinan keterkaitan penembakan ini dengan sebuah bar di dalam kompleks hostel yang diduga menjual alkohol secara ilegal. Bar-bar semacam itu, yang dikenal sebagai shebeen, sering kali menjadi pusat kekerasan karena peredaran minuman keras tidak berizin dan aktivitas kriminal terorganisir.
“Bar-bar ilegal ini benar-benar menjadi masalah bagi kami,” kata Mathe kepada eNCA. “Banyak kasus pembunuhan dilaporkan terjadi di lokasi-lokasi seperti itu.”












Komentar