Gus Yahya Siap Tempuh Jalur Hukum Soal Pemakzulan di PBNU

Nasional88 Dilihat
banner 468x60

Gus Yahya langsung membantah dan menyebut surat tersebut tidak sah. Ia menegaskan masih memimpin PBNU dan melanjutkan langkah-langkah organisatoris, termasuk mencopot Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) serta Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif melalui Rapat Harian Tanfidziyah.

Namun Rais Aam Miftachul Akhyar kembali muncul ke publik dan menegaskan bahwa Gus Yahya telah diberhentikan per 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Menanggapi polemik tersebut, Gus Ipul memilih menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian kepada para ulama. Ia menilai keputusan Syuriyah didasarkan pada pertimbangan nilai-nilai agama.

“Kalau sudah urusan NU, kita serahkan ke ulama. Kami ikut keputusan ulama,” ucapnya.

Gus Yahya mendorong agar muktamar NU digelar segera sebagai mekanisme tertinggi penyelesaian konflik kepemimpinan. Ia menegaskan dirinya dan jajaran tanfidziyah memiliki tekad menjaga marwah organisasi.

“Kami tidak bersedia merelakan semua ini hanya untuk kepentingan sepihak. Yang kami jaga adalah tatanan organisasi,” katanya.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari panitia mengenai jadwal pelaksanaan muktamar yang dapat menjadi titik akhir sengketa kepemimpinan PBNU tersebut.

banner 336x280
Baca juga:  Dugaan KKN, Masyarakat Desak Pemakzulan Bupati Buton Selatan

Komentar