Ketua DWP juga menegaskan bahwa pembentukan generasi emas merupakan proses panjang yang harus dimulai sejak sekarang.
Ia mencontohkan bagaimana dukungan seorang ibu dapat melahirkan tokoh besar seperti Thomas Alva Edison, dan menyebut bahwa hal yang sama bisa dilakukan pada anak-anak di Sultra.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan beberapa pesan internal organisasi, di antaranya penguatan administrasi melalui kartu anggota, serta pentingnya dukungan pimpinan OPD sebagai penasihat Dharma Wanita Persatuan.
“DWP Sulawesi Tenggara mampu meraih peringkat kedua nasional karena mengikuti instruksi pusat dan bekerja dengan solid,” ujarnya.
Baik Gubernur maupun Ketua DWP menekankan pentingnya sinergi, kebersamaan, dan peningkatan kapasitas perempuan Sulawesi Tenggara dalam menghadapi tantangan masa depan.
Gubernur, melalui Sekda, mengajak seluruh anggota DWP terus menanamkan semangat pengabdian dan memperkokoh persatuan untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan daerah.
Sementara Ketua DWP mengajak seluruh anggota terus berinovasi, bekerja dengan hati, dan memperkuat solidaritas antarsesama.
Acara HUT DWP ke-26 ini ditutup dengan harapan agar Dharma Wanita Persatuan semakin jaya, berdaya, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam peringatan HUT tersebut, bertindak selaku Ketua panitia Ny Idawati Nurdin panca. Pembaca doa Ny Iffah Insyirah Mukty Parinringi. Dirigen oleh Ny Fitia Musrady zaini, dan MC oleh Hj Nur Hayati Yusmin.
Acara diawali penampilan Senam Sultra yang terinspirasi dari salah satu program Gubernur dan Wagub Sultra yakni Sultra Sehat.
Selanjutnya tarian empat etnis Sultra dari sanggar seni SMAN1 Kendari.
Dalam kesempatan itu, dilakukan Penetapan
Juara LPPK DWP E-Reporting untuk kategori DWP Kabupaten/Kota.
