“Kami mencurigai adanya pembiaran sistematis. Jika ini dibiarkan, maka preseden buruk akan tercipta, di mana korporasi dapat mengatur aturan penerbangan semaunya tanpa kontrol negara,” ungkap Iswar yang akrab disapa Bung Izwar.
JALAK menyatakan akan menggelar aksi besar dengan membawa tiga tuntutan utama:
Pertama, mendesak Menteri Perhubungan RI untuk segera mencabut izin operasional Bandara IMIP milik PT IMIP, karena dinilai telah menyimpang dari peruntukan sebagai Bandara Khusus.
Kedua, meminta Presiden RI membentuk Tim Khusus guna melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan konspirasi komersialisasi bandara di kawasan IMIP.
Ketiga, mendesak Kepala Kepolisian RI (KAPOLRI) memanggil dan memeriksa jajaran direksi PT IMIP atas dugaan pelanggaran hukum di sektor penerbangan.
JALAK menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah tegas dari pemerintah pusat demi memastikan negara tetap menjadi pengendali utama di sektor penerbangan nasional.
Aksi demonstrasi yang direncanakan tersebut, menurut mereka, bukan hanya tentang bandara, tetapi tentang kewibawaan negara di hadapan korporasi.
“Kami pastikan akan terus mengawal isu ini sampai ada tindakan tegas. Ini soal kedaulatan negara, bukan cuma soal bandara,” tutup Iswar.











Komentar