Mayoritas Pemilih Latino Tak Lagi Dukung Trump

Internasional226 Dilihat

USA, NUSANTARAVOICE.COM- Sebuah laporan terbaru dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa mayoritas pemilih Latino kini tidak lagi mendukung Presiden Donald Trump, terutama terkait kebijakan ekonomi dan imigrasinya. Temuan ini menunjukkan perubahan signifikan setelah pemilu 2024, ketika Trump sempat meraih hampir separuh suara dari pemilih Latino.

Menurut survei yang dilakukan pada Oktober, 70% responden Latino menyatakan tidak setuju dengan cara Trump menjalankan tugasnya sebagai presiden. Selain itu, 65% tidak menyetujui pendekatan pemerintahannya terhadap imigrasi, sementara 61% menilai kebijakan ekonomi Trump memperburuk kondisi ekonomi.

Trump sebelumnya mencatat lonjakan dukungan pemilih Latino pada 2024, meraih 48% suara, naik drastis dari 28% pada 2016. Komunitas Latino merupakan salah satu kelompok demografis dengan pertumbuhan tercepat di AS, mencakup sekitar satu dari lima penduduk.

Pada masa kampanye, banyak pemilih Latino—khususnya pria—menilai proposal ekonomi Trump menarik, dan mengira ancaman deportasi massal tidak akan benar-benar dijalankan. Pada Oktober 2024, jajak pendapat Siena untuk New York Times mencatat bahwa dua pertiga pemilih Latino merasa Trump “tidak berbicara tentang saya” ketika menyinggung isu imigrasi. Bahkan lebih dari 40% menyatakan persetujuan terhadap rencana pembangunan tembok perbatasan.

Baca juga:  Thailand dan Kamboja Sepakat Gelar Pembicaraan Damai di Malaysia, Trump Turun Tangan

Namun, dukungan itu mulai surut setelah Trump menerapkan tarif perdagangan besar-besaran, pemangkasan anggaran jaring pengaman sosial, serta penggerebekan imigrasi yang agresif. Pada Juni, salah satu pendiri kelompok Latinas for Trump bahkan mengecam gelombang penangkapan imigran sebagai tindakan “tidak dapat diterima dan tidak manusiawi”.

Komentar