“Tidak ada, tidak ada, aman, aman,” ujarnya singkat sambil berjalan cepat menuju kendaraan.
Konvoi kendaraan KPK kemudian meninggalkan kantor PUPR dengan mobil yang ditumpangi Arief berada di barisan paling depan.
Sore harinya, suasana di kantor Dinas PUPR Riau tampak lengang. Tidak terlihat aktivitas pegawai maupun kendaraan dinas di area parkir depan.
Seorang petugas keamanan yang berjaga di lobi mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan dari KPK.
“Tidak ada, nggak tahu kami, bang,” ujarnya sambil meminta agar namanya tidak disebutkan.
Namun, seorang pegawai yang berada di area parkir basement membenarkan bahwa tim KPK datang sekitar tengah hari.
“Iya, bang. Sekitar jam 12-an mereka datang. Katanya langsung naik ke lantai 8,” ungkap pegawai tersebut.
Sebagai informasi, lantai 8 merupakan ruang kerja Kepala Dinas PUPR Riau.
Hingga Selasa (4/11/2025) dini hari, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK mengenai jumlah pihak yang diamankan, barang bukti yang disita, maupun kasus yang menjadi dasar dilaksanakannya OTT tersebut.
Namun, sejumlah sumber internal menyebut bahwa operasi ini berkaitan dengan dugaan korupsi proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Publik kini menantikan konferensi pers resmi KPK untuk mengungkap secara jelas peran para pihak yang diamankan, termasuk Gubernur Abdul Wahid dan Kadis PUPR Arief Setiawan.







Komentar