Texas, Amerika Serikat – Setelah dua kali tertunda, roket raksasa Starship milik SpaceX akhirnya sukses meluncur untuk ke-10 kalinya pada Selasa (26/8) waktu setempat. Roket setinggi 123 meter itu lepas landas dari kompleks Starbase, Boca Chica, Texas, pukul 18.30 waktu setempat (Rabu 06.30 WIB) dan menorehkan capaian penting dalam uji coba teknologi antariksa generasi baru.
Peluncuran kali ini menguji berbagai peningkatan sistem, mulai dari perisai panas baru, kemampuan pelepasan satelit tiruan Starlink, hingga simulasi pendaratan alternatif bagi Super Heavy booster, tahap pertama roket setinggi 70 meter yang biasanya ditangkap dengan lengan baja raksasa di menara peluncuran. Untuk uji kali ini, booster justru diarahkan mendarat di Teluk Meksiko.
Setelah berhasil mencapai orbit, tahap atas Starship menurunkan satelit tiruan dengan sistem “Pez dispenser” untuk pertama kalinya—fitur yang sebelumnya gagal terwujud di uji coba terdahulu. Momen krusial lainnya adalah saat Starship kembali menembus atmosfer. Kali ini, perisai panas mampu bertahan sehingga roket mendarat dengan selamat di Samudra Hindia, berbeda dari misi-misi sebelumnya yang berakhir dengan ledakan.
Kesuksesan ini datang setelah serangkaian kegagalan, termasuk ledakan saat uji coba di darat pada Juni lalu serta tiga kali kerusakan tahap atas dalam penerbangan. Meski begitu, SpaceX tetap berpegang pada filosofi “fail fast, learn fast”, yakni menguji prototipe hingga batas maksimal untuk mempercepat pembelajaran.
Komentar