Krisis Anggaran Mengguncang Prancis: Bayrou Terancam Jatuh, IMF Disebut sebagai Jalan Terakhir

Internasional41 Dilihat

Presiden Emmanuel Macron berulang kali mengingatkan rakyat Prancis bahwa “era kelimpahan sudah berakhir”, termasuk dengan kebijakan kontroversial menaikkan usia pensiun dari 62 tahun. Bayrou sendiri berambisi melakukan penghematan hampir €44 miliar untuk menekan defisit dari 5,8% PDB pada 2024 menjadi 4,6% pada 2026. Salah satu usulan paling kontroversial adalah penghapusan dua hari libur nasional.

Meski demikian, para analis menilai opsi kompromi untuk memperlunak target pengurangan defisit semakin menguat. Goldman Sachs memperkirakan Bayrou bisa saja mengorbankan ambisi pengetatan fiskal demi menyelamatkan pemerintahannya. “Defisit yang lebih tinggi memang akan memperburuk rasio utang, tetapi juga mengurangi beban ekonomi dan memberi ruang pertumbuhan,” tulis laporan Goldman.

Namun, ketidakpastian politik tetap menjadi ancaman. Proyeksi pertumbuhan ekonomi hanya 0,6% pada 2025 dan 0,9% pada 2026 jauh dari janji Macron membangun ekonomi yang lebih dinamis dan berdaya saing.

Dengan polarisasi politik yang kian dalam dan masyarakat yang sulit bersepakat, jalan menuju pengesahan anggaran tampaknya masih panjang. Tanpa terobosan, Prancis berisiko terjebak dalam krisis berkepanjangan bukan hanya soal defisit, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap pemerintahannya.

Baca juga:  Inggris dan AS Waspada Terhadap Kemungkinan Kesepakatan Nuklir Iran-Rusia

Komentar