Visioner Indonesia juga menyoroti adanya indikasi bahwa isu hukum ini dijadikan komoditas politik oleh pihak-pihak tertentu. Politisasi kasus hanya akan memperkeruh suasana dan melemahkan fokus pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.
“Upaya membangun Kolaka Timur tidak boleh terhambat oleh isu-isu spekulatif. Saat ini masyarakat lebih membutuhkan kerja nyata pemerintah daerah, bukan drama politik yang justru menguras energi publik,” kata Akril.
Menurut Visioner Indonesia, Yosep Sahaka selama menjabat sebagai PLT Bupati Kolaka Timur telah menunjukkan komitmen dalam melanjutkan program pembangunan, memperbaiki tata kelola pemerintahan, dan meningkatkan pelayanan publik. Tuduhan yang tidak berdasar dikhawatirkan hanya akan mencederai semangat pembangunan yang sedang dijalankan.
Visioner Indonesia mengajak media massa untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalisme yang sehat, berimbang, dan berbasis fakta. Penyajian berita yang tidak terverifikasi hanya akan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada media sebagai pilar demokrasi.
“Kami berharap semua pihak, khususnya media dan organisasi masyarakat sipil, dapat mengedepankan objektivitas. Jangan sampai opini liar menggiring persepsi publik ke arah yang salah, padahal fakta hukumnya belum terbukti,” tutup Akril.
Komentar