Ia mengapresiasi kepengurusan baru LAT yang dinilai ideal karena melibatkan perpaduan tokoh senior dan generasi muda. Perpaduan ini diharapkan melahirkan semangat transformasi dalam menjaga adat agar tetap relevan di era global.
Ketua Umum DPP LAT, Dr. Lukman Abunawas, dalam pidatonya menegaskan kembali makna Kalosara, filosofi adat Tolaki yang berakar pada nilai persatuan, kehormatan, dan keseimbangan hidup.
“Kalosara bukan sekadar warisan, tetapi sumber nilai kehidupan yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap sesama dan alam. Ini telah diakui dunia, dan menjadi identitas kuat kita sebagai suku Tolaki,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat adat untuk terus aktif mendukung pembangunan dan menjaga harmoni antar suku dan agama di Sulawesi Tenggara.
Wagub Hugua menutup sambutannya dengan menegaskan empat prioritas Pemprov Sultra: penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, peningkatan daya saing, dan penguatan demokrasi. Ia mengajak LAT untuk ikut serta dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Mari kita jaga Sultra dengan nilai-nilai luhur yang kita warisi. Semoga LAT di bawah kepemimpinan baru mampu menjadi kekuatan moral, budaya, dan sosial bagi masyarakat,” tutupnya.