Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan 123 drone dan lebih dari 40 rudal dalam serangan terbaru ini. Pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 56 drone dan mengalihkan 61 lainnya, meskipun belum ada laporan pasti mengenai jumlah rudal yang berhasil dicegat.
Selain merusak bangunan tempat tinggal, serangan ini juga menargetkan infrastruktur energi Ukraina. Di Poltava, sekitar 18 gedung apartemen, sebuah taman kanak-kanak, dan fasilitas energi mengalami kerusakan. Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi di Zaporizhzhia, Kharkiv, Sumy, dan Khmelnytskyi.
Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengungkapkan bahwa Rusia menggunakan enam rudal dan 17 drone Shahed untuk menghancurkan fasilitas gas dan infrastruktur penting lainnya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dan menembak jatuh 108 drone Ukraina dalam 24 jam terakhir.
Sejak Maret 2024, Rusia secara intensif menyerang sektor energi Ukraina, menyebabkan sekitar 50 persen kapasitas pembangkit listrik negara itu hancur dan memaksa pemadaman listrik bergilir.
Dengan perang yang hampir memasuki tahun ketiga, pasukan Rusia terus bergerak maju secara perlahan namun stabil di Ukraina timur, mendekati kota strategis Pokrovsk. Di sisi lain, kedua negara semakin mengandalkan drone untuk menyerang infrastruktur penting dan mengganggu jalur logistik militer.
Situasi ini menunjukkan bahwa pertempuran masih jauh dari usai, dengan kedua belah pihak terus meningkatkan serangan mereka di berbagai lini.










Komentar