JAN: Isu Gelar Doktor Bahlil Jangan Dijadikan Kontroversi, Klarifikasi dari UI dan UIN Sudah Sesuai Aturan Akademik

Berita2871 Dilihat

Romadhon juga menambahkan bahwa tudingan adanya kejanggalan hanya akan menciptakan kegaduhan yang tidak perlu. Ia mencontohkan tokoh lain, Sugeng Purwanto, yang menyelesaikan program doktor lebih cepat, dalam waktu 13 bulan 26 hari, dan bahkan mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). “Jika ada yang lebih cepat dari Bahlil dan gelarnya pun sah serta diakui, maka mempersoalkan kelulusan Bahlil seolah mencari-cari masalah untuk viral,” lanjut Romadhon.

Selain itu, Romadhon menyoroti tudingan plagiarisme yang sudah dijawab secara tegas oleh pihak UI. Menurut Prof. Harkristuti Harkriswono, Ketua Dewan Guru Besar UI, disertasi Bahlil telah melalui pengecekan Turnitin dengan hasil similarity di bawah 10 persen, standar yang jauh lebih ketat dari kebanyakan perguruan tinggi. “Pihak universitas sudah menjelaskan bahwa tidak ada unsur plagiarisme dalam disertasi Bahlil, jadi kenapa masih ada yang terus mempermasalahkan?” ujarnya.

JAN berharap agar semua pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi isu ini dan tidak menjadikannya bahan spekulasi yang memperkeruh suasana. “Pendidikan adalah hal yang serius dan harus dipertahankan integritasnya. Jika sudah ada klarifikasi resmi dari institusi akademik, kita harus menghormatinya. Mengembangkan isu yang tidak berdasar hanya akan merusak reputasi pihak-pihak yang terlibat, termasuk Universitas Indonesia sebagai institusi pendidikan ternama,” tambah Romadhon.

Baca juga:  Gubernur ASR Gandeng DPRD dan OPD, Tunjukkan Komitmen Antikorupsi di KPK

Lebih lanjut, Romadhon meminta agar semua pihak berfokus pada hal-hal positif, seperti bagaimana Bahlil bisa menggunakan gelar doktoral tersebut untuk memajukan sektor energi di Indonesia. “Kami harus mendukung tokoh-tokoh publik yang meningkatkan kapasitas akademik dan memberikan kontribusi kepada bangsa,” tutup Romadhon.

Komentar