Gelombang Aksi Mahasiswa 1999 di Makassar: Dari Protes Ketimpangan hingga Isu “Sulawesi Merdeka”

Berita27 Dilihat
banner 468x60

MAKASSAR, NUSANTARAVOICE.COM – Dinamika politik nasional pasca tumbangnya rezim Orde Baru pada 1998 turut memicu gejolak di berbagai daerah, termasuk di wilayah Sulawesi. Pada Oktober 1999, ribuan mahasiswa di Makassar turun ke jalan dalam aksi besar yang diwarnai tuntutan keadilan ekonomi hingga munculnya wacana “Sulawesi Merdeka”.

Aksi tersebut berlangsung di kawasan Monumen Mandala dan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Demonstrasi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap pemerintah pusat yang dinilai belum mampu menghadirkan pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Dalam aksinya, massa menyuarakan aspirasi secara terbuka, termasuk tuntutan otonomi yang lebih luas bagi daerah. Bahkan, dalam dinamika demonstrasi tersebut, sempat muncul deklarasi simbolik terkait gagasan “Sulawesi Merdeka”. Namun, sejumlah pengamat menilai seruan tersebut lebih sebagai bentuk tekanan politik ketimbang gerakan separatis yang terorganisir.

Situasi kota saat itu dilaporkan sempat tegang. Aktivitas ekonomi di beberapa titik terganggu, termasuk kawasan perdagangan di Jalan Somba Opu. Massa aksi kemudian bergerak menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, yang memicu pengamanan ketat dari aparat.

Ketegangan sempat terjadi antara demonstran dan aparat keamanan, meskipun tidak berkembang menjadi konflik besar. Setelah melalui proses negosiasi, situasi dapat dikendalikan dan massa kembali melanjutkan aksi secara tertib.

banner 336x280
Baca juga:  Puluhan Massa Sultra Datangi KLHK dan Mabes Polri, Desak Penindakan PT Krida Agri Sawita

Komentar